Yum Soemarsono - Penemu Helikopter Asal Indonesia

 tentara angkatan udara dan penerbang asal Indonesia yang dikenal sebagai bapak helikopter Yum Soemarsono - Penemu Helikopter asal Indonesia
Yum Sоеmаrѕоnо 

Lаhіr: 
10 Dеѕеmbеr 1916, Sоkо, Purwоrеjо, 
Jаwа tеngаh, Indоnеѕіа

Mеnіnggаl: 
5 Mаrеt 1999 Bаndung, Indоnеѕіа
Dіkеnаl: Pеnеmu hеlіkорtеr

Rаnсаngаn: 
Rоtоr Stаbіlіzеr
RI-H (1948)
YSH (1950)
Sеоmаrсорtеr(1954)
Kеріk (1964)

Pеndіdіkаn kеdіrgаntаrааn:
Cаlіfоrnіа, AS
Kurѕuѕ dеѕаіn hеlіkорtеr 
Stаnfоrd Unіvеrѕіtу

Pеkеrjааn:
Tеntаrа аngkаtаn udаrа Indоnеѕіа
Pіlоt hеlіkорtеr еkѕkluѕіf 
Prеѕіdеn Sоеkаrnо 1963,
Pіlоt реnуеmрrоt 
hаmа tеbu dаn kеlара 1965 - 1972
Letkol (pur) Yum Soemarsono (10 Desember 1916, Soko, Purworejo, Indonesia - 5 Maret 1999 Bandung, Indonesia) yakni seorang ilmuwan, serdadu angkatan udara dan penerbang asal Indonesia yang dimengerti selaku bapak helikopter Indonesia. Berbeda dengan penemu dan pengembang helikopter yang lain, beliau mengembangkan helikopter sendiri menurut pengalaman dan intuisi serta keterampilannya yang tidak diperoleh dari pendidikan tinggi.

Yum Soemarsono lahir di Soko, Purworejo pada tanggal 10 April 1916. Beliau yakni anak desa yang mulai kepincut dengan pesawat terbang di ketika sering menyaksikan pesawat terbang kemudian-lalang di Lapangan Terbang Tidar, Magelang. Walaupun dikenali selaku perancang helikopter tetapi beliau tidak banyak mengenyam pendidikan tinggi, ia menekuni dunia helikopter secara mandiri. Helikopter rancangannya pada sewaktu itu tidak memiliki bentuk mirip helikopter yang dilihat sekarang, tetapi memiliki dan menerapkan prinsip kerja helikopter.

Pengetahuan wacana teknologi, Soemarsono peroleh dari lembaran stensilan karangan seorang ilmuwan Belanda, Ir. Oyen, tahun 1940 wacana aerodinamika dan sebuah gambar dari majalah Popular Science bekas pada tahun 1939.


RI-H

Dengan wawasan aerodinamika seadanya, Ia dan sobat-temannya sukses merancang helikopter pertama yang diberi nama RI-H pada tahun 1948. Namun helikopter ini tidak sempat diterbangkannya alasannya adalah lokasi pembuatannya di Gunung Lawu dibom Belanda pada di saat Revolusi Kemerdekaan Indonesia tanggal 19 Desember 1948.


YSH

Pada tahun 1950, Yum Soemarsono, Soeharto dan Hatmidji sukses merancang Helikopter kedua yang di beri aba-aba YSH, yang merupakan kependekan dari ketiganya yakni, Yum Soeharto Hatmidji. Helikopter ini berhasil melayang setinggi 10 cm di lapangan Terbang Sekip Yogyakarta. Namun sayangnya YSH mengalami kerusakan jawaban jatuh dari truk dikala dimuat ke Lapangan Kalijati, Yogyakarta.

Berkat prestasinya tersebut, pada tahun 1951 Beliau diberi beasiswa dari Hiller untuk belajar terbang di California, AS. Selain berguru menerbangkan helikopter, Beliau juga mengambil kursus rancangan helikopter di Stanford University. Di sini Beliau juga menunjukkan kepiawaian asumsi rancangan rotor blade-nya, yang cuma berlawanan satu inci dari rotor blade rancangan Wayne Wiesner, kepala biro rancangan Pabrik Hiller.


Sеоmаrсорtеr

 tentara angkatan udara dan penerbang asal Indonesia yang dikenal sebagai bapak helikopter Yum Soemarsono - Penemu Helikopter asal Indonesia
Helikopter ketiganya ia rancang pada tahun 1954 dengan nama Seomarcopter. Helikopter ini sukses terbang di ketinggian 3 meter sejauh 50 meter dengan mesin berdaya 60 pk. Penerbangan Helikopter ini disaksikan dan diawaki oleh Leonard Parish seorang Instruktur perusahaan Hiller Helicopter, Amerika Serikat. Pada tanggal 10 April 1954, Soermarkopter sukses terangkat dari permukaan tanah setinggi 1 kaki. Pada tahun 1955 Beliau kembali ke tanah air dengan mengantongi lisensi rating penerbang helikopter hiller, bell, sikorsky, dan Mi-4.


Kеріk

Pada bulan Maret 1964 Beliau mengalami kecelakaan dikala menguji coba helikopternya yang ke-empat yang diberi nama Kepik. Kecelakaan ini mengakibatkan ia kehilangan tangan kirinya dan sekaligus menewaskan asistennya, Dali. Nama kepik sendiri yakni nama pemberian Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno.

Kehilangan tangan kirinya menjadikannya memperoleh suatu alat yang dinamakan throttle collective device untuk mengubah tangan kirinya yang putus, sehingga penerbang cacat masih mampu menerbangkan helikopter. Alat ini dipakai untuk mengangkat dan memutar collective, salah satu kemudi yang terletak pada sisi kiri penerbang. Semula cuma didesain untuk helikopter jenis Hiller, tetapi kemudian dikembangkannya untuk digunakan pada helikopter Bell 47G dan Bell 47J2A, kado dari Solichin GP.

 tentara angkatan udara dan penerbang asal Indonesia yang dikenal sebagai bapak helikopter Yum Soemarsono - Penemu Helikopter asal Indonesia
Meski alat ini kemudian disukai oleh pabrik helikopter Bell di Amerika Serikat, tidak ada kejelasan selanjutnya mengenai pengembangan alat ini dan sekaligus juga hak patennya. Pada bulan Juni 1990 Beliau diundang ke Paris untuk mendemonstrasikan throttle collective device, lengan buatannya itu untuk menerbangkan helikopter BELL 47-G.

Pada tahun 1963 Soemarsono sempat menjadi pilot helikopter eksklusif Presiden Soekarno. Dari tahun 1965 hingga tahun 1972 ia melaksanakan pekerjaan selaku pilot penyemprot hama tebu dan kelapa. Ketika sukses memperbaiki dan menerbangkan kembali helikopter Bell 47-J-2A yang kemudian diberi nama Si wallet, nama Yum Soemarsono kembali dikenal publik.

Yum Soemarsono meninggal dunia pada tanggal 5 Maret 1999 di Bandung. Yum Soemarsono, Nurtаnіо Prіnggоаdіѕurуо, Wiweko Soepono dan R.J Salatun, ialah perintis kedirgantaraan di Indonesia. Bila Nurtаnіо melaksanakan upaya merintis dalam bidang pesawat bersayap tetap, maka Yum Soemarsono ialah perintis dibidang helikopter.

Sаrаn untuk dіbаса: "Sеjаrаh реnеmuаn hеlіkорtеr"

Posting Komentar

© Suka Sejarah. All rights reserved. Developed by Jago Desain