Jan Evangelista Purkyně - Pelopor Istilah Protoplasma

Artikel dan Biografi Jan Evangelista Purkyn Jan Evangelista Purkyně - Penggagas Istilah Protoplasma
Jаn Evаngеlіѕtа Purkуně
Lаhіr: 17 Dеѕеmbеr 1787 Lіbосhоvісе, Bоhеmіа, Mоnаrkі Auѕtrіа

Mеnіnggаl: 28 Julі 1869 (umur 81) Prаhа, Auѕtrіа-Hоngаrіа

Kеwаrgаnеgаrааn: Auѕtrіа

Kеbаngѕааn: Cеkо

Bіdаng: Anаtоmі, fіѕіоlоgі

Inѕtіtuѕі: Unіvеrѕіtаѕ Brеѕlаu

Almа mаtеr: Unіvеrѕіtаѕ Prаhа

Dіkеnаl аlаѕаnnуа аdаlаh: Sеl Purkіnjе
Jan Evangelista Purkyně (atau Johannes Evangelists Purkinje) yaitu seorang ahli anatomi dan mahir faal (fisiologi) berkebangsaan Ceko. Ia salah satu ilmuwan paling terkenal di masanya. Pada 1839, ia menciptakan perumpamaan "protoplasma" untuk substansi cairan dari sebuah sel.

Ia mempunyai seorang putra yang merupakan pelukis terkenal, yaitu Karel Purkyně. Karena ketenarannya, dikala orang-orang dari luar Eropa mengantarsurat kepadanya, mereka cukup mencantumkan alamat "Purkyně, Europe".

Purkyně dilahirkan di Libochovice, Bohemia. Pada 1818, ia menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Praha. Di universitas ini kelak ia ditunjuk menjadi profesor ilmu faal sesudah merampungkan disertasi doktoralnya. Saat ia melakukan pekerjaan di universitas, ia mendapatkan efek Purkinje, yakni dalam cahaya redup, sentivitas mata insan jauh berkurang pada cahaya merah daripada cahaya biru. Ia menerbitkan dua karya ilmiah, Observasi dan Percobaan Investigasi Fisiologi Indera dan Laporan Subjektif Baru ihwal Penglihatan. Karyanya merupakan bantuan besar untuk ilmu psikologi eksperimental. Ia mendirikan Jurusan Fisiologi pertama di Universitas Breslau, Prussia pada 1839 dan laboratorium fisiologi pertama di dunia pada 1842.

Penemuannya yang sungguh populer yakni sel Purkinje, suatu sel saraf besar yang memiliki banyak cabang dendrit. Sel ini bisa didapatkan di otak kecil. Ia juga dimengerti atas penemuan serat Purkinje pada 1839. Serat Purkinje merupakan jaringan fibrosa yang mampu mengonduksi impuls listrik dari nodus atrioventrikular menuju semua pecahan ventrikel jantung. Penemuan lainnya yaitu citra Purkinje, pencerminan objek dari struktur mata.

Purkinje merupakan tokoh yang pertama kali memakai mikrotom untuk bikin lapisan jaringan yang tipis yang bisa dipergunakan dalam pemeriksaan mikroskopis. Ia mendeskripsikan imbas dari kampor, belladonna, opium, dan turpentin pada insan saat 1829, menerima kelenjar keringat pada 1833, dan memakai sidik jari selaku salah satu sistem identifikasi pada 1823.


Pеngаbаdіаn

Kawah Purkyně di bulan dinamakan dari namanya, begitu pula pada asteroid 3701 Purkyně.


Kеmаtіаn

Jan Evangelista Purkyně meninggal di Praha, Austria-Hongaria pada  28 Juli 1869 (umur 81). Ia dimakamkan di Vysehradsky Hrbitov, Praha, Ceko. (sumber: Wіkіреdіа)

Posting Komentar

© Suka Sejarah. All rights reserved. Developed by Jago Desain