Al-Maqrizi - Sejarawan Dan Ekonom Muslim

 adalah sejarawan Mesir yang lebih dikenal sebagai al Al-Maqrizi - Sejarawan dan Ekonom Muslim
Taqi al-Din Abu al-Abbas Ahmad bin 'Ali bin' Abd al-Qadir bin Muhammad al-Maqrizi,  ( Arab : تقى الدين أحمد بن على بن عبد القادر بن محمد المقريزى), ialah sejarawan Mesir yang lebih diketahui selaku al-Maqrizi atau Makrizi. Ia dimengerti juga selaku pemikir ekonomi Islam yang melakukan studi khusus tentang duit dan inflasi.


Bіоgrаfі

Al-Maqrizi memiliki nama lengkap Taqiyuddin Abu Al-Abbas Ahmad bin Ali bin Abdul Qadir Al-Husaini. Ia lahir di desa Barjuwan, Kairo, pada tahun 766 H (1364-1365 M).

Keluarganya berasal dari Maqarizah, suatu desa yang terletak di kota Ba’labak. Oleh alasannya itu, ia condong dimengerti selaku Al-Makrizi. Kondisi ayahnya yang lemah menyebabkan pendidikan masa kecil dan dewasa Al-Maqrizi berada dibawah tanggungan kakeknya dari pihak ibu, Hanafi ibn Sa’igh, seorang pengnut mazhab hanafi.

Al-Maqrizi muda pun tumbuh berdasarkan pendidikan mazhab ini. Setelah kakeknya meninggal dunia pada tahun 786 H (1384 M), Al-Maqrizi beralih ke Mazhab Safi’i. Bahkan dalam pengembangan pemikirannya, ia tampakcanderung menganut mazhab Zhahiri.

Sejak kecil ia gemar melaksanakan rihlah ilmiah mirip fiqh, hadits, dan sejarah dari para ulama besar yang hidup pada massanya. Tokoh terkenal yang sangat mensugesti pemikirannya merupakan Ibnu Khaldun (seorang ulama besar, aktivis ilmu sosial dan ekonomi).

Pada usia 22 tahun tepatnya pada tahun 788 H (1386 M), Al-Maqrizi memulai perannya selaku pegawai di Diwan Al-Insya semacam sekretaris negara pada massa pemerintahan dinasti Mamluk. Pada tahun 791 H (1389 M), Sultan Barquq mengangkat Al-Maqrizi selaku muhtasib di Kairo.

Pada tahun 811 H (1408 M), Al-Maqrizi diangkat selaku pelaksana manajemen wakaf di Qalanisiyah, sambil melakukan pekerjaan di rumah sakit An-Nuri, Damaskus. Pada tahun yang sama, ia menjadi guru hadits di Madrasah Asyrafiyyah dan Madrasah Iqbaliyyah.

Pada tahun 834 H (1430 M), ia bareng keluarganya menunaikan ibadah haji dan bertempat tinggal di Makkah selama sementara waktu untuk mencar ilmu serta mengajarkan hadits dan menulis sejarah. Al-Maqrizi meninggal dunia di Kairo pada tanggal 27 Ramadhan 845 H atau bertepatan dengan tanggal 9 Februari 1442.
     

Pеmіkіrаn wасаnа Ekоnоmі 

Menurut Al-Maqrizi, baik pada masa sebelum maupun sesudah kedatangan Islam, mata uang dipakai oleh umat insan untuk memilih aneka macam harga barang dan biaya tenaga kerja. Untuk mencapai tujuan ini, mata duit yang digunakan cuma berisikan emas dan perak. Berbagai fakta sejarah tersebut, menurut Al-Maqrizi, mengindikasikan bahwa mata uang yang mampu diterima selaku tolok ukur nilai, baik menurut hukum, akal, maupun tradisi, cuma yang berisikan emas dan perak. Oleh alasannya itu, mata duit yang menggunakan materi selain kedua logam ini tidak layak selaku mata duit. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa keberadaan fulus tetap diperlukan sebagai alat tukar terhadap barang-barang yang tidak signifikan dan untuk aneka macam ongkos kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Dengan kata lain, penggunaan fulus hanya diizinkan dalam aneka macam transaksi yang berukuran kecil. Penggunaan mata duit emas dan perak tidak serta merta menetralisir inflasi dalam perekonomian alasannya inflasi juga mampu terjadi akibat faktor alam dan tindakan absolut dari penguasa.

Al-Maqrizi menyatakan bahwa penciptaan mata duit dengan mutu yang jelek akan melenyapkan mata duit yang bermutu baik. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari efek pergantian penguasa dan dinasti yang menerapkan kebijakan yang berbeda dalam pencetakan bentuk serta nilai dinar dan dirham. Konsekuensinya, terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan ekonomi ketika persediaan logam materi mata uang tidak memadai untuk memproduksi sejumlah unit mata duit. Begitu pula, dikala harga emas atau perak mengalami penurunan.

Menurut Al-Maqrizi, pencetakan mata duit harus diikuti dengan perhatian yang lebih besar dari pemerintah untuk memakai mata duit tersebut dalam bisnis berikutnya. Al-Maqrizi memperingatkan para pedagang biar tidak terpukau dengan peningkatan keuntungan nominal mereka. Menurutnya, mereka akan menyadari hal tersebut dikala membelanjakan sejumlah duit yang lebih besar untuk aneka macam macam pengeluarannya.                            

Menurut Al-Maqrizi, inflasi terjadi dikala harga-harga secara biasa mengalami peningkatan dan berlangsung terus-menerus. Al-Maqrizi membagi Inflasi menjadi dua yatu Inflasi akibat berkurangnya persediaan barang (natural inflation) dan inflasi akibat kesalahan manusia. Inflasi jenis pertama ini juga terjadi di masa Rasulullah dan khulafaur Rasyidin, yakni alasannya kekeringan dan pengangguran. Sementara untuk jenis inflasi yang kedua, berdasarkan Al-Maqrizi sama dengan penyebab yang mendasari terjadinya krisis di Mesir, yakni: korupsi dan manajemen pemerintahan yang buruk, pajak berlebihan yang memberatkan petani, dan jumlah fulus yang berlebihan.


Hаѕіl Kаrуа
  1. Buku уаng mеmbісаrаkаn bеbеrара реrіѕtіwа ѕеjаrаh Iѕlаm umum, ѕереrtі kіtаb Al-Nіzа’ wа Al-Tаkhаѕhum fі mа bаіnа Bаnі Umаууаh wа Bаnі Hаѕуіm.
  2. Buku уаng bеrіѕі rіngkаѕаn ѕеjаrаh bеbеrара реnjuru dunіа Iѕlаm уаng bеlum tеrbаhаѕ оlеh раrа ѕеjаrаwаn lаіnnуа, ѕереrtі kіtаb Al-Ilmаm bі Akhbаr Mаn bі Ardh Al-Hаbаѕуаh mіn Muluk Al-Iѕlаm.
  3. Buku уаng mеngurаіkаn bіоgrаfі ѕіngkаt раrа rаjа, ѕереrtі kіtаb Tаrаjіm Muluk Al-Ghаrb dаn kіtаb Al-Dzаhаb Al-Mаѕbuk bі Dzіkr Mаn Hаjjа mіn Al-Khulаfа wа Al-Muluk.   
  4. Buku yang mempelajari beberapa faktor ilmu murni atau sejarah beberapa faktor sosial dan ekonomi di dunia Islam pada umumnya, dan di Mesir pada utamanya, ibarat kitab Syudzur Al-‘Uqud fi Dzikr Al-Nuqud, kitab Al-Akyal wa Al-Auzan Al-Syar’iyyah, kitab Risalah fi Al-Nuqud Islamiyyah dan kitab Ighatsah Al-Ummah bi Kasyf Al-Ghummah. (Sumber: Phіо'ѕ Nоtеѕ

Posting Komentar

© Suka Sejarah. All rights reserved. Developed by Jago Desain