Jean Jacques Dozy - Penemu Tambang Freeport

Jean Jacques Dozy (lahir di Rotterdam, 18 Juni 1908 – meninggal di Den Haag, 1 November 2004 pada umur 96 tahun) yaitu seorang geolog Belanda. Jean-Jacquez Dozy mengunjungi Indonesia pada 1936 untuk menskala glasier Pegunungan Jayawijaya di provinsi Irian Jaya di Papua Barat. Dia menciptakan catatan di atas batu hitam yang aneh dengan warna kehijauan. Pada 1939, ia mengisi catatan perihal Ertsberg (bahasa Belanda untuk "gunung ore"). Namun, kejadian Perang Dunia II menyebabkan laporan tersebut tidak diamati. Dua puluh tahun lalu, geologis Forbes Wilson, melakukan pekerjaan untuk perusahaan pertambangan Freeport, membaca laporan tersebut. Dia dalam tugas mencari cadangan nikel, namun kemudian melalaikan hal tersebut sesudah ia membaca laporan tersebut. Dia berhenti merokok dan melatih badannya untuk mempersiapkan perjalanan untuk memeriksa Ertsberg. Ekspedisi yang dipimpin oleh Forbes Wilson dan Del Flint, memperoleh deposit tembaga yang besar di Ertsberg pada 1960.

Penemuan Jean Jacques Dozy merupakan suatu permulaan dari  penemuan tambang mineral seperti emas, tembaga, dan perak di Papua.
Jacquez Dozy mengunjungi Indonesia pada  Jean Jacques Dozy - Penemu Tambang Freeport
Tаmbаng Grаѕbеrg іаlаh tаmbаng еmаѕ раlіng bеѕаr dі dunіа dаn tаmbаng tеmbаgа kеtіgа tеrbеѕаr dі dunіа. Tаmbаng іnі tеrlеtаk dі рrоvіnѕі Pарuа dі Indоnеѕіа еrаt lаtіtudе -4,053 dаn lоngіtudе 137,116, dаn dіmіlіkі оlеh Frеероrt уаng bеrbаѕіѕ dі AS (67.3%), Rіо Tіntо Grоuр (13%), Pеmеrіntаh Indоnеѕіа (9.3%) dаn PT Indосорреr Invеѕtаmа Cоrроrаtіоn (9%). Oреrаtоr tаmbаng іnі уаіtu PT Frеероrt Indоnеѕіа (аnаk реruѕаhааn dаrі Frеероrt MсMоrаn Cорреr аnd Gоld). Bіауа mеmbаngun tаmbаng dі аtаѕ gunung ѕеbеѕаr 3 mіlіаr dоlаr AS. Pаdа 2004, tаmbаng іnі dіреrkіrаkаn mеmрunуаі саdаngаn 46 jutа оnѕ еmаѕ. Pаdа 2006 рrоdukѕіnуа іаlаh 610.800 tоn tеmbаgа; 58.474.392 grаm еmаѕ; dаn 174.458.971 grаm реrаk.

Pеnеmuаn

Pada tahun 1936, Jean-Jacques Dozy melaksanakan liburan petualangan ke tanah Papua bareng sahabat-temannya. Sesampainya di suatu tempat yang sungguh tinggi, terjal dan hambar, mereka menjumpai adanya singkapan batuan yang ditengarai mengandung mineral berharga. Dari penemuan lokasi singkapan itu kemudian mengantarkannya pada ditemukannya “Ertsberg” atau Gunung Bijih, sebuah cadangan mineral yang terletak di kaki pegunungan bersalju. Laporan Dozy ini dimuat dalam majalah geologi di Leiden, Belanda pada tahun 1939.

Laporan itu mengilhami seorang manajer eksplorasi Freeport Minerals Company, Forbes Wilson, bersama Del Flint pada tahun 1960 melaksanakan ekspedisi ke Papua untuk mempelajari lebih jauh tentang hasil temuan Dozy. Forbes pun tertarik dan meyakini bahwa cadangan mineral Ertsberg akan menjadi cadangan tembaga paling besar yang pernah didapatkan pada dikala itu.

Pada 1960 ada ekspedisi ulang apakah Erstberg ini benar eksis. Jadi pada 1967 perjanjian karya asing masuk sehabis orde usang.

Tim Freeport tercatat datang ke Jakarta untuk memprakarsai suatu obrolan guna merealisasikan kontrak pertambangan di Ertsberg. Orang yang dipilih selaku negosiator dan kelak menjadi Presiden Freeport Indonesia (FI) yaitu Ali Budiardjo, yakni mantan sekjen Hankam dan direktur Bappenas tahun 1950-an.

Selanjutnya pada 5 April 1967 perjanjian kerja (KK) I ditandatangani dan bikin Freeport menjadi perusahaan satu-satunya yang ditunjuk untuk menanggulangi wilayah Ertsberg seluas 10 kilometer persegi. KK I ini berjalan 30 tahun. Kontrak dinyatakan mulai berlaku dikala perusahaan mulai beroperasi. Pada Desember, eksplorasi Ertsberg dimulai.

Pada bulan Desember 1967, Freeport memulai kegiatan eksplorasi untuk mendefinisikan lebih detil ihwal kesempatanyang dikandung di balik singkapan yang telah diketemukan di Ertsberg. Konstruksi besar-besaran segera dimulai pada tahun 1970, dan ekspor produksi perdana konsentrat tembaga dijalankan pada selesai 1972. Tidak berhenti di situ, singkapan-singkapan baru pun diketemukan oleh para geolog di kompleks sekitar Ertsberg, termasuk hingga diketemukannya cadangan kelas dunia Grasberg pada tahun 1988.

Pada 28 Januari 1988 praduga deposit emas di tempat lain, yakni Grasberg memperlihatkan hasil positif. Di tahun yang sama, Freeport Mc Moran Copper and Gold (FCX) hasilnya go public di lantai bursa New York.

Pada 1988 milestone PTFI yakni tambang Grasberg didapatkan. Investasi cukup besar ditanamkan dalam persetujuan karya.

Kini PT Freeport Indonesia mengoperasikan salah satu proyek tambang tembaga dan emas terbesar di dunia.


Sumbеr:

Posting Komentar

© Suka Sejarah. All rights reserved. Developed by Jago Desain