Penemuan Drone – Pesawat Tanpa Awak

Pеѕаwаt tаnра аwаk atau Pesawat nirawak (english = Unmanned Aerial Vehicle atau disingkat UAV), yaitu suatu mesin melayang yang berfungsi dengan kontrol jarak jauh oleh pilot atau bisa mengontrol dirinya sendiri, menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa dipakai kembali dan bisa menjinjing muatan baik senjata maupun muatan yang lain.

Saat ini penggunaan drone begitu luas, bahkan teknologinya begitu meningkat sangat cepat. Dari mulai ukuran terkecil sampai terbesar dengan aneka macam kegunaan. Pemanfaatan pesawat tanpa awak yang sudah memperlihatkan hasil prospektif di luar negeri biasanya jauh dari pelanggan, di lokasi kerja, atau kawasan relatif terpencil yang lazimnya memakai pesawat berawak.

Dewasa ini, penggunaan drone sudah meluas sampai kebutuhan eksklusif. Dari awalnya untuk kepentingan militer dan jasus. Beberapa manfaat drone meliputi keperluan militer, jurnalisme, penanggulangan bencana (SAR), pemetaan, observasi, perfilman, kegemaran, dan lain-lain.

Tahukah anda siapa penemu Drone pertama kali? untuk lebih jelasnya silahkan disimak paparannya di bawah ini.


Sеjаrаh

Sejarah Pesawat Tanpa Awak diawali Pada tahun 1849. Saat itu Austria mengantarbalon tanpa awak untuk menyerang Venesia. Austria yang pada dikala itu sedang menguasai sebagian besar wilayah Italia meluncurkan sekitar 200 balon udara bermuatan bom tanpa awak ke Venesia. Ada berita yang menyebutkan kalau balon udara tersebut pasangi sekering listrik yang mampu dihdupkan dengan sinyal lewat kabel tembaga di sekitar balon.

Selain itu, suatu makalah dari Centre for Telecommunications and Information Engineering (CTIE) Monash University yang menjadi acuan Wikipedia menyebutkan bahwa gagasan dan rancangan dari drone pertama kali pada 22 Agustus 1849.

Inovasi UAV dimulai pada permulaan 1900-an dan mulanya berfokus pada penyediaan sasaran latihan untuk melatih personil militer.

Perkembangan UAV berlanjut selama Perang Dunia I, sewaktu Perusahaan Pesawat Terbang Dayton-Wright memperoleh torpedo udara tanpa pilot yang akan meledak dengan waktu yang diputuskan sebelumnya.

Pada tahun 1915, Nіkоlа Tеѕlа seorang penemu dari Amerika keturuan Serbia, menggambarkan sebuah armada kendaraan tempur tak berawak. Sebelumnya ia telah mematenkan suatu temuannya berbentukremote control atau pengendali jarak jauh pada 8 November 1898. Kemudian menciptakan kapal dan balon yang dapat dikendalikan dengan remote control dari jarak jauh.

Upaya paling permulaan pada UAV bertenaga ialah "Aerial Target" AM Low pada tahun 1916. Kemajuan dibarengi selama dan sehabis Perang Dunia I, termasuk Hewitt -Sperry Automatic Airplane. Kendaraan uji coba berskala kecil pertama dikembangkan oleh pemeran dan penggila model pesawat Reginald Denny pada tahun 1935.

Pesawat Tanpa Awak lebih banyak timbul pada Perang Dunia II - dipakai untuk melatih penembak. Nazi Jerman memproduksi dan menggunakan banyak sekali pesawat UAV selama perang. Mesin jet memasuki layanan setelah Perang Dunia II di kendaraan seperti GAH Australia Jindivik, dan Teledyne Ryan Firebee I pada tahun 1951, sementara perusahaan ibarat Beechcraft memperlihatkan Model 1001 mereka untuk Angkatan Laut AS pada tahun 1955. Meskipun demikian, jumlahnya sedikit lebih banyak daripada Pesawat yang dikendalikan jarak jauh hingga Perang Vietnam.


Amеrіkа

Pada tahun 1959, Angkatan Udara AS , prihatin dengan kehilangan pilot di atas wilayah yang tidak bersahabat, mulai menyiapkan penggunaan pesawat tak berawak. Perencanaan diintensifkan sehabis Uni Soviet menembak jatuh U-2 pada tahun 1960. Dalam beberapa hari, suatu program UAV yang sungguh diam-diam dimulai dengan nama arahan "Red Wagon". Bentrokan Agustus 1964 di Teluk Tonkin antara unit angkatan bahari AS dan Angkatan Laut Vietnam Utara memiliki gagasan UAV yang sangat diklasifikasikan Amerika (Ryan Model 147, Ryan AQM-91 Firefly, Lockheed D-21) ke dalam misi tempur pertama mereka pada Perang Vietnam Ketika pemerintah China memperlihatkan foto-foto UAV AS yang jatuh lewat Wide World Photos, balasan resmi AS "tidak ada komentar".


Kаmеrа реngіntаі

 Unmanned Aerial Vehicle atau disingkat UAV Penemuan Drone – Pesawat Tanpa Awak
Gesekan Perang yang terjadi 1967-1970 menampilkan pengenalan UAV dengan kamera pengintai ke medan tempur di Timur Tengah. Pada tahun 1973 Yom Kippur War Israel memakai pesawat tak berawak selaku umpan untuk memacu kekuatan yang bertentangan untuk membuang rudal anti-pesawat yang mahal. Pada tahun 1973 militer AS secara resmi mengkonfirmasi bahwa mereka sudah memakai UAV di Asia Tenggara (Vietnam).  (ѕumbеr)

Posting Komentar

© Suka Sejarah. All rights reserved. Developed by Jago Desain